Hai teman-teman selamat datang, apa kabar ni? semoga sehat selalu ya. Wah akhirnya aku bisa ngeblog disini, Duh, sorry banget ya kalau misalnya update postingannya kurang menarik, baru belajar bikin ni hhe. Lanjut ke topik ya, disini aku akan membahas sedikit tentang Tanaman anggrek, dimana anggrek ini bisa digunakan sebagai Bahan Obat dan tanaman hias, ingin tau lebih lanjut mari simak dibawah ini.
1. Beberapa penjelasan tentang Anggrek
Tanaman anggrek merupakan tanaman
hias atau bisa juga untuk bahan pengobatan yg tidak sedikit penggemarnya,
tanaman ini amat sangat berbagai baik warna, wujud, ukuran & motifnya tergantung dari jenisnya. Anggrek merupakan tanaman hias berbunga yang berasumsi mewah yang
selalu digemari oleh seluruh lapisan masyarakat baik itu golongan
bawah, menengah ataupun golongan atas dan jenis anggrek cukup banyak. Dalam bidang ekonomi. Tanaman hias anggrek juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Apabila bunga anggrek berkembang menjadi bunga yang lebat maka akan lebih
menaikkan nilai ekonomisnya. Dalam bidang keindahan Anggrek memiliki penampilan yang begitu mempesona bila
kita merawat Anggrek dengan baik dan benar. Dalam bidang Perawatan, Anggrek
termasuk relatif mudah dan cepat tumbuh. Habitatnya pun mudah karena
relatif mudah dijumpai.
Suku anggrek - anggrekan merupakan
Satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis
terbanyak. Jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga
wilayah sirkumpolar, meskipun sebagian besar anggotanya ditemukan di daerah
tropika. Kebanyakan anggota suku ini hidup sebagai epifit, terutama yang berasal dari daerah tropika.
Anggrek di daerah beriklim sedang biasanya hidup di tanah dan membentuk umbi
sebagai cara beradaptasi terhadap musim dingin. Organ-organnya yang
cenderung tebal dan "berdaging" (sukulen) membuatnya tahan menghadapi
tekanan ketersediaan air. Anggrek epifit dapat hidup dari embun dan udara
lembab.Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias
serta vanili.berkelopak
bunga indah dan berwarna-warni. Anggota pentingnya yang dikenal baik manusia adalah anggrek hias serta vanili.berkelopak bunga indah dan berwarna-warni. (Ginting, 2008)
2. Ciri
ciri suku anggrek
Anggota suku ini cenderung memiliki
organ-organ yang sukulen atau
"berdaging" tebal dengan kandungan air yang tinggi. Dengan demikian
ia dapat hidup pada kondisi ketersediaan air yang rendah. Air diperoleh dari
hujan, tetesan, embun, atau uap air di udara. Namun demikian, anggrek tidak
ditemukan di daerah gurun karena perakarannya tidak intensif. Anggrek menyukai
cahaya matahari tetapi tidak langsung sehingga ia biasa ditemukan di alam
sebagai tumbuhan lantai hutan atau di bawah naungan. Sebagai tanaman hias,
anggrek tahan di dalam ruang. Jenis-jenis epifit yaitu mengembangkan akar
sukulen dan melekat pada batang pohon tempatnya tumbuh,namun tidak merugikan
pohon inang. Ada pula yang tumbuh geofitis,dengan istilah lain terrestria
artinya tumbuh di tanah dengan akar-akar di dalam tanah. Ada pula yang bersifat
saprofit, tumbuh pada media daun-daun kering dan kayu-kayu lapuk yang telah
membusuk menjadi humus. Pada permukaan akar seringkali ditemukan jamur akar (mikoriza) yang bersimbiosis dengan anggrek. (Darmono, 2005)
Batang anggrek beruas-ruas. Anggrek yang
hidup di tanah ("anggrek tanah") batangnya pendek dan cenderung
menyerupai umbi.
Sementara itu, anggrek epifit batangnya tumbuh baik, seringkali menebal dan
terlindungi lapisan lilin untuk mencegah penguapan berlebihan. Pertumbuhan
batang dapat bersifat "memanjang" (monopodial) atau
"melebar" (simpodial), tergantung genusnya. (Ginting, 2008)
Daun anggrek biasanya oval memanjang dengan tulang daun
memanjang pula, khas daun monokotil.
Daun dapat pula menebal dan berfungsi sebagai penyimpan air.
Bunga anggrek berbentuk khas dan menjadi
penciri yang membedakannya dari anggota suku lain. Bunga-bunga anggrek tersusun
majemuk, muncul dari tangkai bunga yang memanjang, muncul dari ketiak daun.
Bunganya simetri bilateral. Helaian Kelopak bunga (sepal) biasanya
berwarna mirip dengan mahkota bunga(sehingga disebut tepal). Satu helai mahkota bunga termodifikasi membentuk
semacam "lidah" yang melindungi suatu struktur aksesoris yang membawa benang sari dan putik. Benang sari memiliki tangkai sangat pendek
dengan dua kepala sari berbentuk cakram
kecil (disebut "pollinia") dan terlindung oleh struktur kecil yang
harus dibuka oleh serangga penyerbuk
(atau manusia untuk vanili)
dan membawa serbuk sari ke mulut putik. Tanpa bantuan organisme penyerbuk,
tidak akan terjadi penyerbukan. (Ginting, 2008)
Buah anggrek
berbentuk kapsul yang berwarna hijau dan jika masak mengering dan terbuka dari
samping. Bijinya sangat
kecil dan ringan, sehingga mudah terbawa angin. Biji anggrek tidak memiliki
jaringan penyimpan cadangan makanan; bahkan embrionya belum mencapai
kematangan sempurna. Perkecambahan baru terjadi jika biji jatuh pada medium
yang sesuai dan melanjutkan perkembangannya hingga kemasakan. (Ginting, 2008)
3. Pemanfaatan anggrek
Anggrek
dikenal sebagai tanaman hias populer yang dimanfaatkan bunganya. Bunga anggrek
sangat indah dan variasinya hampir tidak terbatas. Anggrek biasa dijual sebagai
tanaman pot maupun sebagai bunga potong.
Indonesia memiliki kekayaan jenis anggrek yang sangat tinggi, terutama anggrek
epifit yang hidup di pohon-pohon hutan, dari Sumatra hingga Papua. Anggrek bulan adalah bunga pesona bangsa Indonesia.
Anggrek juga menjadi bunga nasional Singapura dan Thailand. Anggrek
sering dipergunakan sebagai simbol dari rasa cinta,
kemewahan, dan keindahan selama berabad-abad. Bangsa Yunani menggunakan anggrek sebagai simbol kejantanan,
sementara bangsa Tiongkok pada zaman dahulu kala
mempercayai bahwa anggrek sebagai tanaman yang mengeluarkan aroma harum dari
tubuh Kaisar Tiongkok. (Gunawan, 2006)
Famili: Orchidaceae
a.
Anggrek Bulan
Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) atau puspa pesona adalah
salah satu bunga nasional Indonesia. Pertama kali ditemukan oleh
seorang ahli botani Belanda, Dr.
C.L. Blume. Tanaman anggrek ini tersebar luas mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua, hingga ke Australia. Cara
hidupnya secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di hutan-hutan
dan tumbuh subur hingga 600 meter di atas permukaan laut. (Rahmat, 2000)
b.
Karakteristik tanaman
Anggrek
bulan termasuk dalam tanaman anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai
penunjang hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya
berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang serta terasa berdaging. Bunganya
memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga
diameter 10 cm lebih. (Rahmat,
2000)
Spesies:
Spesies:
DAFTAR PUSTAKA
Darmono,
Dyah Widiasteoty . 2005. Agar anggrek
rajin Berbunga. Jakarta : penebar
swadaya.
Ginting,
B., (2008). Membuat Media Tumbuh Tanaman
Anggrek , KP Penelitian Tanaman
Hias, Deptan.
Gunawan, L. W. 2006. Budidaya Anggrek. Jakarta. Penebar Swadaya. 60 hal.
Rahmat,
H., (2000). Anggrek Bulan. Kanisius.
Yogyakarta.

